Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan

PEMERINTAHAN ALA RASULULLAH, INDONESIA MAJU (BAGIAN 4)

—

Begitu kiranya empat hal yang bisa saya garisbawahi mengenai perbedaan antara pemerintahan Rasulullah dengan pemerintahan kita. Mengenai detail sistem bagaimana, nilai-nilainya seperti apa, mentalitasnya bagaimana dan hukumnya seperti apa, cobalah pemerintah sowan pada mutiara-mutiara yang terkandung di negeri ini. Tidak satu dua mutiara yang tersebar di negeri ini, puluhan, ratusan bahkan jutaan mutiara tersebar di negeri ini.

Sebagai contoh, coba saja pemerintah sowan ke PBNU atau ke PP Muhammadiyah mengenai sistem, nilai, mental dan hukum yang berlaku pada zaman Rasulullah SAW. Tentu tidak lantas kita copas plek apa yang ada di eranya Rasulullah, sebab waktu dan tempatnya sudah berbeda. Hanya saja esensi dan subtansinya bisa kita ambil dan terapkan. Meski banyak undang-undang dan peraturan negara kita yang sudah sama dengan apa yang ada pada zaman Rasulullah SAW.

Intinya, dari poin-poin yang saya garis bawahi, bahwa negara kita tidak akan maju jika dalam penindakannya tidak sesuai dengan amanat dan undang-undangnya. Semoga tidak ada lagi rakyat yang berkeluh kesah lantaran efek dari kebijakan dan sikap pemerintah. Kalau ada rakyat yang mengeluh karena tida syukurnya atas apa yang diperolehnya, jarke wae. Semoga pemerintah tidak lagi tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semoga sikap dan tindak pemerintah tegas sama rata. Dan semoga APBN, uangnya jelas halalnya, jelas baiknya dan jelas alokasinya.

Semoga Indonesia Bisa! Menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang thoyyibatun dan rabbun ghofur. Bismillah, Indonesia Maju.

—

Kudus, 2010

Tulisan ini pernah dimuat di Mading Et Tasywiq Madrasah NU TBS Kudus (2010)