Begitu kiranya empat hal yang bisa
saya garisbawahi mengenai perbedaan antara pemerintahan Rasulullah dengan
pemerintahan kita. Mengenai detail sistem bagaimana, nilai-nilainya seperti
apa, mentalitasnya bagaimana dan hukumnya seperti apa, cobalah pemerintah sowan
pada mutiara-mutiara yang terkandung di negeri ini. Tidak satu dua mutiara yang
tersebar di negeri ini, puluhan, ratusan bahkan jutaan mutiara tersebar di negeri
ini.
Sebagai contoh, coba saja pemerintah
sowan ke PBNU atau ke PP Muhammadiyah mengenai sistem, nilai, mental dan hukum yang
berlaku pada zaman Rasulullah SAW. Tentu tidak lantas kita copas plek apa yang
ada di eranya Rasulullah, sebab waktu dan tempatnya sudah berbeda. Hanya saja
esensi dan subtansinya bisa kita ambil dan terapkan. Meski banyak undang-undang
dan peraturan negara kita yang sudah sama dengan apa yang ada pada zaman
Rasulullah SAW.
Intinya, dari poin-poin yang saya
garis bawahi, bahwa negara kita tidak akan maju jika dalam penindakannya tidak
sesuai dengan amanat dan undang-undangnya. Semoga tidak ada lagi rakyat yang
berkeluh kesah lantaran efek dari kebijakan dan sikap pemerintah. Kalau ada
rakyat yang mengeluh karena tida syukurnya atas apa yang diperolehnya, jarke
wae. Semoga pemerintah tidak lagi tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Semoga sikap
dan tindak pemerintah tegas sama rata. Dan semoga APBN, uangnya jelas halalnya,
jelas baiknya dan jelas alokasinya.
Semoga Indonesia Bisa! Menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang thoyyibatun dan rabbun ghofur. Bismillah, Indonesia Maju.
.jpg)