![]() |
| Ilustrasi: Abdurrahman Jtk |
—
Tukang service sehabis sholat dikeroyok
dan dibakar hidup-hidup. Al-Quds
dibantai teroris-teroris yang katanya zionis. Bangsamu mengadakan dzikir
kebangsaan. HT mendukung pemerintah Pak dhe
Joko. Mbah
Nun diadu dengan NU. Sesama
ormas saling dibenturkan. Kecelakaan
beruntun di jalan raya Kudus-Pati. Meriahnya
HUT RI ke-72 di desa
Jetak Wedung Demak. Sampai berita Neymar pindah ke PSG.
Kalimat-kalimat di atas adalah judul berita yang akhir-akhir ini marak
diperbincangkan manusia di lingkungan kita. Semua
manusia—tidak semua itu semua, semua juga bisa memiliki makna
sebagian— seragam
memperbincangkan judul-judul tersebut. Semua manusia serempak memikirkan
hajat-hajat yang tentu bukan hajat mereka, sehingga mereka lupa hajatnya
sendiri. Baik
skala nasional, lokal, kecamatan, desa, internasional, jin, setan, dhemit, sampai para malaikat pun ikut dibingungkan oleh
tingkah manusia.
Setelah berkumpul, mempergunjingkan, ngalor-ngidul tanpa
solusi, mereka pulang dengan kehampaan dirinya. Mereka lupa, mereka belum kaya, juga belum ijin
Tuhan, belum selesai urusannya, mereka sedih sendiri. Mereka ketakutan hidup di dunia. Mereka menangis dengan nasibnya di dunia. Mereka mencari-cari sesuatu yang bisa membuat mereka
tidak takut, tapi mereka tidak tahu harus mencari apa. Yang mereka tahu hanya
ketakutan yang diwartakan, kegelisahan yang disuguhkan dunia.
Berangkat dari itu, saya meminjam
salah satu petuah Mbah Sujiwo Tejo, “menghina Tuhan tak perlu
dengan umpatan dan membakar kitab suci. Khawatir besok tidak bisa makan saja,
itu sudah menghina Tuhan.” Maka
tak perlu lah kita menangisi apapun yang terjadi di dunia. Tak perlu mencitrakan diri sebagai yang paling
solidaritas, paling toleran, dan yang paling paling lainnya, meski itu baik. Sebelum engkau selesai pada dirimu terlebih dahulu. Cukuplah tak perlu takut besok-tidak-bisa-makan dengan
bekerja, meng-kaya-kan diri. Syukur-syukur keluargamu engkau sertakan.
Syukur-syukur tetangga di lingkunganmu
engkau ajak.
Biarlah Mendikbodo gaduh dengan FDSnya. Biarlah
rektor Universitas Negeri Sembarangan ribut dengan presiden BEM dan aktifis kampusnya.
Mari selesaikan nasibmu
dahulu, sehingga tak ada lagi kekhawatiran dan
ketakutan di dunia. Selesaikan
dulu.
—
Sabtu Pahing, 12 Dzulqo’dah 1438/ 5 Agustus 2017
-
[1]
Selain itu adalah penggalan ayat Al
Qur’at surat Al Qasas: 77.
وابتغ فيما اتك الله الدار الاخرة ولا تنس
نصيبك من الدنيا واحسن كما احسن الله اليك ولا تبغ الفساد فى الارض قلى
ان الله لايحب المفسدين.

0 tanggapan:
Posting Komentar