(SERI 1 MENUJU PUNCAK UNGARAN)
—
Gunung Ungaran menjadi salah satu destinasi yang rekomended buat
pendaki-pendaki newbie, khususnya yang berdomisili di Jateng-DIY. Selain
lokasinya yang strategis dari semua arah, ketinggian gunung ini termasuk dalam
kategori standart. Ketinggian puncak Gunung Ungaran sekitar 2.050 mdpl,
sehingga termasuk gunung yang tidak tinggi banget, tidak juga berkategori
rendah. Untuk mencapai puncaknya ada empat jalur pendakian, yakni Basecamp
Mawar, Candi Gedong Songo, Promasan dan Parantunan. Dari keempat jalur tersebut,
hanya dua jalur yang pernah saya lewati, yakni Basecamp Mawar dan Promasan.
Pertama kali saya ke Puncak Gunung Ungaran ialah pada 25 Desember
2014 melalui jalur Basecamp Mawar. Waktu itu, karena perjalanan menuju Basecamp
Mawar malam hari sehingga tidak bertemu penjaga pos penarikan tiket sebelum Umbul
Sidomukti. Lumayan lah irit, lantaran waktu itu, kami berenam tidak memiliki
cukup bekal uang, sebab sudah dibelanjakan untuk bekal di puncak. Sebagai
newbie waktu itu, saya sudah melatih fisik dengan saban hari jogging dan olah
raga selama sepekan. Sehingga, ketika menjalani pemuncakan waktu itu, tidak
jegleg.
Pada perjalanan pertama itu, kami melalui jalur dari Basecamp Mawar
melewati pos 1, pos 2, pos 3, lalu melewati kolam, kebun teh hingga sampai
puncak. Menariknya, selain momentum pengibaran bendera Merah Putih, kami
melakukan ritual Maulid Nabi. Hal yang jarang dilakukan oleh para pendaki
gunung. Barangkali itu juga merupakan Maulid Nabi pertama di puncak gunung,
mungkin secara literally saya yang tidak punya wawasan mengenai Maulid Nabi di
puncak gunung. Sehingga saya menganggap itu satu-satunya Maulid Nabi di puncak
gunung.
Mengenai perjalanan kedua saya, saya lakoni berdua, masih via jalur
Basecamp Mawar, namun kami tidak mendirikan tenda. Sesampainya puncak,
menikmati Puncak Ungaran beberapa jam, lalu turun. Sementara pada perjalanan
ketiganya, masih saya menjalaninya berdua. Hanya saja, kami melalui jalur
Promasan, yang terbilang dekat. Perjalanan ketiga ini pun sama, kami tidak
mendirikan tenda. Sampai atas lalu turun.
Pada perjalanan ke empat, saya lakoni sendirian, tidak membawa
apa-apa kecuali air mineral yang saya isi ulang dengan air asli pegunungan.
Perjalanan ini teramat mengasyikkan, dan cepat. Lantaran tidak saling menunggu
satu sama lain. Hanya berdamai pada diri sendiri, kalau lelah, ya istirahat,
kalau udah tegar, ya jalan lagi.
Begitulah ke empat perjalanan saya menuju Puncak Ungaran, yang
kemudian mengantarkan saya mengajak saudara-saudara: Mas Barok, Teh Tika,
Ulfa, Yusril, Qisya, Alka dan Amir untuk sekedar ngecamp di Basecamp Mawar pada
25-26 Juni 2022. Selain ngecamp di Basecamp Mawar, kami bertiga: Saya, Ulfa dan
Yusril juga melakukan perjalanan menuju Puncak Ungaran.
Selengkapnya kita lanjut di seri kedua. Jangan lupa subscribe Channel HB. Arafat dan Hayya Channel, agar kami terus survive membagi banyak hal yang ada di Bumi ini.

0 tanggapan:
Posting Komentar