ANTARA AKU DAN TUHAN

Tuhan....

do'aku rasanya bagai ancaman bagiMu

namun Engkau tak merasa terancam karenaku

ku selalu memanjatkan do'a pada-Mu

tapi ikhtiyar dan ibadahku rasanya belumlah sempurna


do'aku sering mengancam Engkau

"ku akan tinggalkan ibadahku bila Engkau tak ijabahi do'aku"

apakah itu yang Engkau anggap hamba-Mu?

sering memaksa-Mu

padahal raga ini adalah ciptaan-Mu


Engkau adalah pengatur kami

tapi kenapa raga ini selalu ingin mengatur takdir-Mu

Engkau adalah pencipta kami

tapi kenapa raga ini hanya bersujud terpaksa pada-Mu


hati ini rasanya tak ada rasa ikhlas

kala ku bersujud, menyembah pada-Mu

hati ini rasanya tak ada rasa ikhlas

bila tak Engkau pancing adanya surga


Ya Rabb...

dimanakah keikhlasanku ini?

aku sering bersujud...

tapi hati ini tak pernah merendahkan diri pada-Mu

hanya kesombongan yang kupamerkan pada-Mu

aku sering sholat, puasa, dan juga beribadah

tapi kenapa hati ini tak pernah merasa aku sedang menyembah

melainkan sebuah tuntutan

bukan sebuah kebutuhan


banyak sekali nikmat yang Engkau beri

banyak juga marabahaya Engkau jauhkan

kenapa masih ada kebimbangan pada hati ini?

atas nikmat-Mu yang luas dan semerbak

atas perlindungan-Mu yang berupa semua ini

atas hidayah, inayah dan taufik-Mu


sujudku rasanya hanya sekedar pemanas syaraf-syaraf ototku

sholatku rasanya sekedar olahragaku

do'aku rasanya sebuah ancaman yang tidak mengancam-Mu

ibadahku rasanya sebuah tuntutan dari-Mu

tanpa ku berfikir atas tuntutan-Mu itu

itu adalah kebutuhan agiku


aku masih saja berulah tapi Engkau membiarkan semuanya

apakah itu hanya sebuah pemanjaan atas keserakahan tingkahku?


Tuhan...

tak pernah hati ini berkaca dari semua peristiwa

tak pernah pula hati ini ikhlas dengan kebutuhanku

aku, aku dan akuku ini yang selalu ku fikirkan

tanpa aku memikirkan siapakah yang menciptakan aku

dan siapa pula yang menjalankan takdirku


Jagalan 62, Dzulqo'dah 1431

0 tanggapan:

Posting Komentar