KH. Abdurrahman Wahid, mungkinkah
Beliau pantas menerima gelar pahlawan yang harus dinobatkan Presiden? Sebuah pertanyaan
yang mesti kita breakdown secara mendetail. Mantan Presiden yang akrab kita
panggil ‘Gus Dur’ pantas menerima gelar pahlawan yang harus dinobatkan Presiden
dengan alasan sebagaimana berikut:
Pertama, tentunya lantaran Beliau
seorang Presiden Indonesia yang lahir dari semangat reformasi, meski reformasi
belum tuntas. Keterpilihan Gus Dur
sebagai Presiden merupakan pilihan tengah antara sisi abangan yang menawarkan
Megawati dan sisi ijoan yang menawarkan Amien Rais. Gus Dur adalah pilihan
tepat anggota parlemen untuk meredam konflik kepentingan antara abangan dan
ijoan yang berebut kuasa atas nama bangsa dan negara.
Alasan kedua, Gus Dur merupakan
negarawan yang rela, legowo dan ikhlas untuk keutuhan negara dan bangsa. Hal tersebut
bisa kita lihat bagaimana beliau rela, legowo dan ikhlas lengser keprabon demi
menghindari pertumpahan antar anak bangsa. Meski pelengseran keprabon Beliau
dipenuhi intrik politik dan kedzaliman beberapa tokoh yang berhasrat menjadi
Presiden Indonesia. Ini sebuah nilai yang jarang dimiliki seorang tokoh politik
era kini.
Selanjutnya, alasan yang mendasar
untuk menjadikan Gus Dur seorang pahlawan ialah Beliau merupakan sedikit dari
banyaknya manusia yang mampu diterima oleh ragamnya umat beragama, masyarakat
suku dan manusia adat di Indonesia. Sebagai manusia yang lahir dari rahim
pesantren, tentu Beliau sangat diterima oleh umat Islam, bahkan kehadiran
Beliau di tengah-tengah kita menjadi hal yang kita dambakan. Sementara mengenai
penerimaan Beliau oleh komunitas, suku, agama dan adat lain, bisa kita lihat
bagaimana Beliau memberi penghargaan resminya sebuah agama yang bernama
Konghucu, dan Tahun Baru Imlek sebagai libur nasional Indonesia. Tentunya masih
banyak lagi yang dilaku Gus Dur dalam menjadi manusia yang mampu menembus batas
dan sekat antar umat beragama, masyarakat suku, manusia ada dan beragam
komunitas yang ada di Indonesia.
Kemudian, alasan keempat yang
menjadikan Gus Dur pantas menjadi seorang Pahlawan ialah Beliau merupakan Bapak
Demokrasi Indonesia. Hal itu menjadi identitas manusia bernama Gus Dur tidak
sejak menjadi Presiden, jauh hari saat Beliau masih menjadi aktifis,
kritik-kritik kepada pemerintah Soeharto, yang jarang orang berani melakukannya,
dilakukan oleh Gus Dur. Lalu, ketika Gus Dur menjadi ketua umum PBNU, NU
menjadi suatu kekuatan kontrol politik pemerintahan Soeharto. Demokrasi yang
beliau perjuangkan melahirkan reformasi yang melengserkan Soeharto dari
kekuasaannya selama puluhan tahun.
Paska reformasi, Beliau yang menjadi
Presiden tidak pernah membungkam siapapun, termasuk orang, komunitas dan
organisasi yang setelah eranya Gus Dur, banyak dibungkam, ditumbangkan dengan
alasan radikal, intoleran dan anti negara. Di era kepresidenan Gus Dur, semua
golongan dipersilahkan bersuara, diperkenankan berkembang dan diperbolehkan
beraktifitas. Baik itu yang ekstrim, yang liberal, yang katanya porno dan yang
yang lainnya. Keran suara dibuka Gus Dur tanpa pernah dimatikannya.
Alasan kelima, tentunya banyak
sekali jasa Beliau untuk Bangsa Indonesia yang mengharuskan Beliau dinobatkan
sebagai seorang pahlawan. Selain jasa-jasa di atas, masih banyak lagi jasa Beliau
untuk Bangsa Indonesia, baik skala nasional maupun internasional. Dalam pencapaian
jasa internasionalnya ialah sebagai pendiri Shimon Perez Centre For Peace di
Israel, Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) di New York,
Presiden International Islamic Christian Organization for Reconciliation and
Reconstruction di London, Presiden Non Violence Peace Movement di Seoul dan
masih banyak lagi yang diperbuat Gus Dur untuk mengharumkan Indonesia di kancah
internasional.
Begitulah, beberapa alasan yang bisa
saya kemukakan untuk menjadikan Gus Dur sebagai seorang pahlawan, jika pun
alasan untuk menjadikan Beliau seorang pahlawan dibutuhkan. Meski ada
segelintir manusia yang tidak setuju atas laku Gus Dur, namanya juga tokoh
besar, sebagaimana pohon, semakin tinggi sebuah pohon, semakin kencang pula angina
yang menerpanya.
Semoga sesegera mungkin Presiden menandatangani Keppres tentang kepahlawanan Gus Dur. Sebab tidak sedikit masyarakat Indonesia menantikan hal itu. Meski Gus Dur tidak dinobatkan sebagai seorang Pahlawan, kita masih bisa memakai apa yang dikatakan KH. Mustofa Bisri. Kiai yang akrab disapa Gus Mus pernah berkata, bila Gus Dur tidak ditetapkan sebagai pahlawan, toh Gus Dur sudah menjadi pahlawan selama ini bagi warga Nahdliyin dan Indonesia.

0 tanggapan:
Posting Komentar