HIJABKU KEPADANYA

alun-alun, sorak-sorai

menggema, dalam kelamnya hati

dari sentuhan melupakanNya

demi keindahan dunia yang fana


nafsu dan syahwat terus menggerutu

kata hati ini, mencoba lebih dekat

dan lebih dekat lagi denganNya

namun apakah gejolak ini adalah cinta


mencoba terus mendekat

namun secepat kilat pula hijab

menghadang. fatamorgana dunia

ini membuat hati terpana

sehingga kecintaanku pada unsur

duniawi meninggi, mengalahkanku

atas cintaku padaNya


hijab-hijabku kepadaNya

terus menerpa hati

yang ringkih


sugesti nafsu, syahwat

dan setan mempengaruhi

kedekatan yang baru dini

kujalin denganNya


terkadang kuingat Dia

terkadang terlupa tentangNya

terkadang hati ini membesarkan keAgunganNya

terkadang hati ini memuji ciptaanNya

yang hakikatnya tiada, terkadang

di sela pertemuan denganNya

kuteringat makhlukNya


monopoli setan padaku terus menggebu

semakin hari, semakin terhijab denganNya

detik-detik kulalui dengan kecintaan

duniawi yang besar, sedang

kecintaanku padaNya

hanya sebutir dzar

Jagalan 62, Ramadlan 1431


Puisi ini dimuat di Buletin el Insyaer Madrasah TBS Kudus edisi 42

0 tanggapan:

Posting Komentar