![]() |
| Ilustrasi: Abdurrahman Jtk |
Lek Teguh yang dari tadi di sebelah
Kang Dul, sedikit-sedikit mulai meminta penjelasan kepada Kang Dul, mengenai
‘Hubungan Tidak Tersenyum dengan Benci Seseorang Dilihat dari Perspektif Ilmu
Katurangga’. Ia juga menyentil ‘Pengaruh Kebhinnekaan Nasi Kucing Terhadap
Perdamaian dan Persatuan Pelanggan di Kedai Lokajaya’. Namun yang dipertanyakan
Lek Teguh bukanlah untuk tujuan memberi pencerahan masyarakat, apalagi
mahasiswa yang sedang mencari judul skripsi dan tesisnya. Lantaran
kalimat-kalimat Lek Teguh bisa saja dicopy pastekan, dalam bahasa
kita copas, oleh siapa saja yang tidak bertanggung jawab.
Lek Teguh itu orangnya kurus,
kulitnya hitam, rambutnya gondrong dan ahli tirakat. Berbeda dengan Kang Dul
yang penampilannya agak nyentrik, perpaduan antara modernism dan tradisionalis,
perpaduan antara kota dan desa. Kalau ukuran tubuhnya Kang Dul itu diantara
kurus dan gemuk. Rambutnya Kang Dul tidaklah lurus, tidak kriting, sama seperti
Lek Teguh. Bedanya Lek Teguh istiqomah dengan rambutnya yang gondrong,
sementara Kang Dul sering update gaya rambut.
Biasanya Kang Dul potong rambutnya
di Adam Barbershop. Perjalanan Demak-Yogya, ia lakoni hanya ingin update gaya
rambut disana. Maklum lah, tempat tersebut menjadi primadona, bagi orang-orang
untuk membuat gaya rambutnya sangat ngece, eh kece maksudnya. Maaf ya, alenia
ini penuh dengan unsur promosi dan iklan yang ditulis secara mak sliwer
saja. Tanpa ada unsur bayaran maupun feedback pesanan.
Kembali ke Lek Teguh dan Kang Dul
ya. Anehnya, mereka berdua tidak saling mengenal, kecuali sebatas pelanggan
setia Kedai Lokajaya. Maka patutlah peristiwa kali ini tidak tertangkap media
massa nasional. Bisa-bisa akan jadi trending kalau sampai tertangkap. Dengan
headline ‘Kebhinekaan Angkringan’ dan ‘Pemersatu Umat Manusia’—meski sudah
terlebih dahulu trending Pemersatu Bangsa ialah Reagen Fox, Mia Khalifa dan
sekutu-sekutunya.
Sebab telah diciptakan berbagai macam rasa nasi kucing, gorengan serta wedhang agar para pelanggan paham rasa menikmati suatu hidangan tanpa menjelekkan hidangan lainnya. Sebab telah diciptakan hidangan untuk saling mengenalkan para pelanggan dengan beragam rasa. Sesungguhnya Kami ciptakan kalian dari maskulin dan feminism dan menjadikan kalian suatu organisme dan persekutuan agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya kemuliaan kalian menurut Allah adalah ketakwaanmu. Sesungguhnya Allah Maha Ahli dan Pakar.[1]
Surat Al Hujurat ayat 13:
إنّا خلقنكم من ذكر وانثى وجعلنكم شعوبا وقبائل لتعارفوا، ان اكرمكوم عند الله اتقكم، إنّ الله عليم خبير.

0 tanggapan:
Posting Komentar